Postingan Terhangat
latest

Menata Kehidupan dengan Geospasial

Menata Kehidupan Dengan Geospasial #GeospasialUntukKita
Menata kehidupan Dengan Geospasial #GeospasialUntukKita - Bumi tempat kita berpijak terus mengalami perubahan mulai dari tanah, air dan udara. Hal ini disebabakan oleh manusia itu sendiri dan juga berbagai peristiwa bencana alam yang terjadi. Begitu juga dengan kehidupan kita yang dinamis turut serta mempengaruhi kondisi bermasyarakat, lingkungan, ekonomi dan sumber daya alam.

Untuk lebih mengenal kondisi alam maupun sosial ekonomi dan kehidupan bermasyarakat itu kita membutuhkan suatu acuan berupa informasi valid yang mencakup hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia sehari - hari terutama untuk membangun kehidupan manusia lebih baik berdasarkan data terbaru sesuai dengan kondisi sekarang.

Berkenalan dengan Geospasial

Di era digital saat ini dimana teknologi sudah menjadi teman hidup manusia sehari - hari. Kita mulai mengenal yang namanya Infomasi Geospasial (IG) yaitu suatu informasi yang berbentuk sebuah peta berisikan informasi mengenai kondisi fisik wilayah daratan, lautan serta kondisi sosial ekonomi dan budaya yang tersebar di muka bumi.

Sadar atau tidak perencanaan pembangunan infrastruktur di negera kita ini semua membutuhkan yang namanya peta acuan agar tidak terjadi tumpang tindih dan ter-sinkron dengan baik antara daerah satu dengan yang lainnya. Jadi geospasial merupakan aspek keruangan (tata ruang) yang menunjukkan lokasi, letak dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau diatas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu.

Untuk informasi tambahan silakan simak video edukatif dibawah ini mengenai geospasial.


Penyedia Data Informasi Geospasial

Teman - teman bisa dengan mudah mendapatkan data spasial secara gratis melalui Badan Informasi Geospasial dimana berdasarkan UU adalah badan yang :
  • Menjamin ketersediaan akses terhadap informasi geospasial yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • Mewujudkan penyelenggaraan informasi geospasial yang berdaya guna (efisien) dan berhasil guna (efektif) melalui kerja sama, koordinasi, integrasi dan sinkronisasi.
  • Mendorong penggunaan informasi geospasial dalam penyelenggaraan pemerintahan dan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Caranya seperti apa untuk mendapatkan datanya? Baca artikel ini sampai selesai ya :)

Daftar informasi dan pelayanan lainnya.
data informasi yang didapatkan di BIG
Sumber gambar big.go.id

Geospasial dalam Kehidupan

Siapa sangka kalau geospasial bukan hanya bagi mereka yang memiliki unsur kepentingan tetapi sebagai generasi yang melek teknologi kita pun bisa memanfaatkannya. Kebetulan pada bulan September lalu saya merencanakan untuk liburan ke destinasi paling favorit di Indonesia yaitu Bali. Sebelum kesana saya sempat membaca berita kalau aktivitas Gunung Agung sedang meningkat maka dari itu saya coba mencari referensi valid mengenai kawasan tersebut. Akhirnya saya mendapatkan Indeks Peta Bencana di laman yang cukup mudah dimengerti bagi orang awam seperti saya.

Indek Peta Bencana

Berdasarkan berita terbaru yang menyebutkan bahwa aktifitas Gunung Agung yang mulai meningkat dan sudah berada pada level awas mengindikasikan bahwa aktifitas gunung api yang masih aktif ini sudah berada pada level tertinggi, artinya Gunung Agung siap meletus kapan saja sehingga menyebabkan 141 ribu jiwa harus mengungsi.

Badan Informasi Geospasial yang berusaha menyediakan dari informasi geospasial yang tersedia dibantu dengan data tematik dari beberapa kementrian/lembaga ditambah dengan data dari Kebijakan Satu Peta yang ada dalam InaGeoportal. Beberapa data yang dikumpulkan seperti citra satelit SPOT, Citra TerraSAR, Peta Rupa Bumi Indonesia dan Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung diintegrasikan untuk mendapatkan gambaran umum kondisi wilayah Gunung Agung seperti terlihat dalam gambar dibawah ini.
peta wilayah bencana gunung agung
Sumber gambar http://big.go.id/berita-surta/show/integrasi-data-spasial-kawasan-rawan-bencana-gunung-agung
Jadi untuk para traveler yang kebetulan sedang liburan di Bali dan warga sekitar Gunung Agung khususnya dihimbau untuk tetap berada dalam jarak aman tersebut dalam radius 12 km. Liburan aman dan tenang berkat geospasial maka dari itu sebelum liburan ke daerah tertentu yang rawan bencana sebaiknya cek dulu kondisi terbaru mengenai lokasi tersebut yang bisa kita lihat pada laman indeks peta bencana di situs BIG.

dearah rawan bencana jawa tengah
Sumber gambar portal.ina-sdi.or.id
Selain Gunung Agung di Bali, saya  juga mendapatkan data Daerah Rawan Bencana Provinsi Jawa Tengah yang bisa kita lihat pada laman portal.ina-sdi.or.id. Disini kita bisa mendapatkan informasi mengenai daerah rawan gempa, longsor tsunami dan banjir. Untuk traveler nekat seperti saya terkadang suka mengabaikan hal - hal penting seperti ini padahal informasi ini bisa membantu saya mengenali kondisi lingkungan tersebut.


Batas Wilayah dan Ibukota Baru

Indonesia saat ini memiliki 34 provinsi beserta dengan ibukotanya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Mulai tahun 1999 hingga tahun 2017 telah melahirkan 8 provinsi baru diantaranya Maluku Utara, Banten, Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, Papua Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Barat dan Kalimantan Utara.

Pemerintah juga telah menerbitkan peta mutakhir untuk menegaskan batas wilayah NKRI 2017 yang bisa diunduh di tautan ini. Hal ini berguna untuk menjaga keutuhan bangsa dan negera tercinta kita ini supaya tidak ada lagi klaim dari negera tetangga maupun negara lainnya.

Memanfaatkan Geospasial Dalam Kehidupan
Sumber gambar tanahair.indonesia.go.id
Ibukota baru Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara
Tanjung Selor adalah ibukota dari Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang resmi pada tahun 2013 lalu ini merupakan ibukota yang masih lengang akan kendaraan melintas dan minim hiburan serta pusat perbelanjaan. Warga lebih memilih menyebrang ke Tarakan menggunakan speedboat untuk sekedar menonton bioskop, mal, hotel berbintang, maupun tempat hiburan keluarga.

Sebagai ibukota yang masih terbilang baru dan masih mudah penataannya geospasial bisa membantu pembangunan sistem informasi sebagai sarana percepatan pembangunan. Menyusun Rencana Struktur Ruang dan Rencana Pola Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) menggunakan geospasial merupakan hal wajib karena bisa berpengaruh dan dijadikan acuan kebijakan pemerintah daerah dalam membangun dan menata wilayahnya.
peta tematik kaliamntan utara
Sumber gambar petatematikindo.files.wordpress.com 



Cara Mendapatkan Data Geospasial

Data geospasial yang diproduksi oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) ini terbuka untuk masyarakat umum, para akademik, kementrian dan pemda setempat.

1. Klik tautan tanahair.indonesia.go.id lalu lakukan registrasi atau kalau sudah punya akunnya bisa akses masuk.

pentingnya geospasial
Sumber gambar tanahair.indonesia.go.id

2. Masuk dashboard dan kita akan disajikan dengan pilihan download data geospasial sesuai dengan yang kita butuhkan.

pentingnya geospasial
Sumber gambar tanahair.indonesia.go.id

3. Unduh Peta Rupa Bumi lalu pilih jenis RBI yang diinginkan karena disana terdapat banyak pilihan :
  • RBI Batas Wilayah
  • RBI Garis Pantai
  • RBI Hidrografi
  • RBI Hipsografi
  • RBI Lingkungan Terbangun
  • RBI Penutup Lahan
  • RBI Transportasi
  • RBI Utilitas
  • dan masih banyak lagi

pentingnya geospasial
Sumber gambar tanahair.indonesia.go.id

4. Pilih output file dengan ekstensi yang tersedia diantaranya :
  • Shapefile - SHP - .shp > File yang bisa dibuka menggunakan software ArcGis.
  • File Geodatabase - GDB - .gdb > File yang bisa dibuka menggunakan software ArcGis.
  • File Autodesk Autocad - DXF atau DWG - .dxf/ .dwg > File yang bisa dibuka menggunakan software AutoCAD.
Bagi teman - teman yang terbiasa menggunakan software diatas dipastikan sudah bisa mengolah data yang didapat dari BIG tersebut.

pentingnya geospasial
Sumber gambar tanahair.indonesia.go.id

Atau kalau ingin mendapatkan peta sejenis namun dalam versi sederhana dan bersahabat dalam kehidupan sehari - hari bisa juga mengunduhnya dalam bentuk atlas yang bisa ditemukan disini.

Geospasial dan Google Earth

Masyarakat saat ini lebih mengenal Google Earth dibanding Geospasial maklum saja karena aplikasi seperti Google Map juga mudah diakses lewat smartphone sekalipun. Perlu diketahui kalau kita bisa melakukan kolaborasi antara keduanya dimana pemanfaatan google sangat membantu pencarian informasi geospasial yang sudah tersaji dalam Google Earth. 

Namun informasi tersebut bukanlah informasi geospasial yang sudah ditransformasikan dalam bentuk peta sehingga ketepatan geometrisnya belum terpenuhi intinya informasi Google Earth dalam bentuk, ukuran, dimensi maupun orientasinya masih belum cukup memadai. Jadi terbatas hanya untuk navigasi sederhana yang bersifat pasif dan belum bisa diolah lebih lanjut.

Terintegrasi dan Terpercaya Karena One Map Policy

Dalam UU No.4/ 2011 diamanatkan bahwa badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional atau biasa dikenal dengan sebutan Bakosurtanal yang sekarang bertransformasi menjadi Badan Informasi Geospasial atau disingkat BIG yang memiliki tugas dan fungsi lebih luas dan strategis dengan tujuan menjadmin ketersediaan IG yang dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diakses dengan semangat Kebijakan Satu Peta atau One Map Policy.
one map policy geospasial

Pentingnya One Map Policy agar didapat perolehan data yang sama melalui yang sama pula karena hanya mengacu pada satu referensi. Jadi pentingnya menyusun suatu peta yang berisi informasi penting harus bersumber dari peta dasar yang sama yang diterbitkan dari satu lembaga yang kompeten intinya "harus ada satu peta sebagai rujukan".

Satu Referensi

Referensi ini dibangun oleh BIG sebagai satu - satunya lembaga yang membangun informasi Geospasial Dasar (IGD).

Satu Standar

Agar peta yang disusun memiliki keseragaman format baik kandungan maupun bentuk dan jenis sajiannya maka dalam proses pembangunannya harus memenuhi kaidah yang baku SNI.

Satu Geodatabase

Informasi geospasial merupakan pengintegrasianantara data spasial dan data statistik atau data lainnya sebagai keterangan atau atribut dari data spasial tersebut. Karena melibatkan banyak unsur kepentingan dilakukan langkah yang jelas mulai dari kelembagaan, tata laksana, hingga tata kelola.

Satu Geoportal

Informasi geospasial harus mudah diakses dibagi dan digunakan (sharing) sehingga perlu ada instrukturnya.

Jadi dengan adanya One Map Policy tidak perlu khawatir mengenai kebenaran data tersebut karena sudah diatur dalam undang - undang dan instansi pemerintah sekarang juga sudah mulai menggunakan, meng-update, membagikan informasi geospasial secara akurat dan dengan ini sehingga mampu terjalin komunikasi yang baik dan mempererat kekompakkan antar instansi terkait.

Menata Kehidupan dan Indonesia Semakin Maju dengan Geospasial #GeospasialUntukKita


Jangan lupa follow akun resmi Badan Informasi Geospasial (BIG) dibawah ini
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/infogeospasial/
Twitter : @InfoGeospasial
Instagram : @infogeospasial

[full-width]

No comments

- Centang kotak Notify me untuk mendapatkan notifikasi komentar.
- Admin tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis.
- Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.