Tulis sesuatu dan tekan enter

author photo
By On
Teknik Sipil dan Arsitek
Hay hay hay kali ini saya posting mengenai perbedaan antara Teknik Sipil dan Arsitek nih. Pada mau baca gak? mauuuuuu....(setelah dilihat ada 3000 orang yang bilang mau). Mantap!

Dari kebanyakan orang yang pernah saya temui biasanya enggak tahu apa itu jurusan "teknik sipil" dan yang paling kocak sih mereka tahunya kalau jurusan teknik sipil itu adalah jurusan untuk mereka yang mau bekerja menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau jadi pegawai di kecamatan. #TepokJidat

Maka dari itu setiap ada orang (awam) yang bertanya mengenai jurusan dan profesi saya pasti langsung saya jawab arsitek. Soalnya kalau saya jawab teknik sipil pasti jawaban mereka "oh" doank sambil nganggukin kepala. #Tsah

Padahal arsitek itu berbeda dengan teknik sipil hanya saja arsitek terdengar lebih ramah dan lebih wow ditelinga mereka dibandingkan teknik sipil. #Sad

Sebenarnya kalau dilihat dari bidang yang dikerjakan antara teknik sipil dan arsitek keduanya memiliki profesi yang sama-sama bergerak di dunia konstruksi. Namun untuk teknik sipil lebih luas disiplin ilmunya karena mencakup struktur, manajemen konstruksi, hidroteknik, transportasi dan geoteknik yang membuat teknik sipil lebih fleksibel dalam dunia kerja.

Arsitek lebih fokus ke layouting, konsep desain, estetika bangunan dan aspek manfaat suatu objek bangunan. #CMIWW

Makanya enggak heran desain anak arsitek identik dengan hal-hal yang menjurus ke awesome, smart, innovation, futuristik, usableamazing dan ada juga yang desainnya kelihatan enggak masuk akal dan mampu membuat kita takjub sambil dalam hati berkata "kok bisa ya? cerdas!"

Nah desain-desain super amazing tadi di serahkan ke teknik sipil yang bertugas mewujudkan konsep desain si arsitek tadi ke dunia nyata dengan melihat aspek kekuatan, efisiensi dan mutu bangunan tersebut. Makanya sering terjadi sedikit perbedaan antara konsep desain awal dengan bangunan setelah berdiri. Itu sih wajar terjadi.

Arsitek sendiri memiliki zoning-nya masing-masing ada arsitek yang suka ngurusin landscape, interior, furniture, rumah dan gedung. Jadi enggak semua arsitek itu sama lho ya walaupun pada dasarnya mendapatkan ilmu teknik yang sama di bangku kuliah.

Pasti pernah dengar kata-kata seperti ini

Kalau suatu bangunan sukses dibangun dan berdiri kokoh yang dipuji pasti si Arsitek namun kalau bangunan tersebut gagal dan roboh maka yang pertama dicari adalah si Teknik Sipil

Sedih banget dengernya...

Kalau arsitek itu kerjanya di kantor dan berpakaian rapih sedangkan teknik sipil sering berteman dengan pasir, semen, kerikil dan batu bata karena mayoritas kerjanya di lapangan, lusuh, berkeringat dan panas-panasan namun kebanyakan jebolan teknik sipil adalah calon mantu idaman lho hehehe. #GrabItFast

Banyak orang berpikiran kalau mau masuk jurusan ini harus pinter matematika dan salah satu jurusan paling susah dibandingkan dengan jurusan lain. Apa betul seperti itu?

Hmmm...gimana ya...enggak salah juga sih, saya pun pernah mengalami masa-masa dimana saya ragu dengan jurusan yang saya ambil itu ketika memasuki semester 4 dan banyak teman-teman satu angkatan memilih mundur dan pindah ke jurusan arsitek sedangkan sisanya memilih jalur aman dengan ambil jurusan sejuta umat seperti ekonomi dan manajemen dengan alasan yang penting dapat titel S1.

Menurut saya kalau pindah ke jurusan arsitek sih enggak masalah karena masih sejalur dengan bidang pekerjaan yang sedang mereka jalani saat ini yang rata-rata bekerja di konsultan perencanaan dan kontraktor gedung tapi kalau ada yang pindah ke jurusan selain arsitek itu lho yang saya enggak habis pikir. #Hadeuh

Saya sendiri enggak begitu mahir soal perhitungan khususnya perhitungan struktur maka dari itu di akhir penjurusan saya ambil hidroteknik yang banyak membahas soal waduk, polder, drainase, bendungan dan utilitas lainnya. Kebetulan pekerjaan saya di bidang infrastruktur juga jadi enggak salah jika ambil penjurusan di bidang ini.

Bagi teman-teman yang ingin masuk ke jurusan teknik sipil namun lemah dalam perhitungan saran saya kalian harus mempersiapkan mental yang kuat, fisik tahan banting, mudah bergaul dan pantang menyerah. Karena semua orang pasti memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Tugas kita tinggal mengkonversinya menjadi sesuatu untuk bisa saling melengkapi satu sama lain, kalian enggak berjuang sendirian kok! harus kompak satu kelas!

Satu hal lagi yang perlu teman-teman tahu bahwa Presiden RI pertama kita Ir. Soekarno merupakan alumni dari Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) di Bandung dengan mengambil jurusan teknik sipil dan tamat pada tahun 1926 (sumber wikipedia). #BanggaBerTeknikSipil

Yang paling penting keduanya sama-sama memiliki peran yang strategis dalam pembangunan nasional.

Feature Image via Pexels

- Centang kotak Notify me untuk mendapatkan notifikasi komentar.
- Admin tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis.
- Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Click to comment