Tulis sesuatu dan tekan enter

author photo
By On
lomba blog astra
Hawa panas yang saya rasakan akhir-akhir ini cukup membuat saya gerah dan mager apalagi ketika sedang beraktifitas di luar ruangan. Keringat pun terus mengucur membasahi setelan kasual hari itu. Mungkin dirasakan juga oleh sebagian besar warga kota Tangerang dan sekitarnya.

Perubahan suhu ini disebabkan oleh akumulasi gas rumah kaca (GRK) yang juga diperparah oleh berkurangnya luas hutan dan ruang terbuka hijau (RTH) yang mampu menyerap Co2.

Berbicara mengenai RTH, kota dengan julukan Kota 1000 Industri ini memang memiliki RTH yang masih terbatas dikarenakan berbagai faktor seperti pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan dan perilaku masyarakat.

Seperti yang terjadi di kampung dekat tempat saya tinggal dimana sawah-sawah sudah disulap menjadi bangunan komersil. Lahan yang sempit pun dimanfaatkan untuk kost-kostan dibandingkan untuk bertanam atau berkebun.

Tidak adanya ruang tumbuh sebagai bentuk keramahan terhadap lingkungan. Sampah yang tidak terkendali dan berserakan dimana-mana juga membuat lingkungan menjadi tidak sehat.
banyaknya sampah di perkotaan
Sampah tak terkendali | Dok. Pribadi
Namun bukan suatu hal yang mudah untuk menciptakan lingkungan yang asri nan bersih. Masyarakat setempat, swasta dan pemerintah harus bersama-sama bersinergi dalam mendukung program ramah lingkungan.

Mengenal Kampung Hijau Barokah Kelurahan Pinang, Kota Tangerang

Berawal dari postingan dari akun instagram @satu_indonesia saya mendapatkan informasi mengenai kampung-kampung yang memiliki lingkungan hijau yang asri dan sehat.

Berdasarkan informasi tersebut saya menemukan perkampungan yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal saya. Ada 2 titik Kampung Berseri Astra (KBA) yang berada di area kota Tangerang yaitu KBA Lengkong Kulon BSD dan KBA Pinang.

Pada keesokan harinya saya memutuskan untuk mengunjungi salah satunya yaitu KBA Pinang yang lokasinya berada di kawasan Perumahan Pinang Griya Permai.

Cukup mudah untuk menemukan lokasi KBA Pinang karena tampak dari luar kesan hijau asri dan bersih mampu memesona siapa saja yang sedang melewati kawasan tersebut.
kampung hijau barokah pinang tangerang
Kampung hijau barokah | Dok. Pribadi
Asri, bersih dan terawat itulah kesan pertama saya melihat kondisi kampung Pinang ditengah-tengah panasnya terik matahari siang itu. Rasanya hawa segar sudah masuk ke paru-paru dan berjajar rapih berbagai jenis tanaman tumbuh menghiasi setiap sudut rumah seketika mampu menyejukan pandangan mata ini.
kba pinang tangerang
Lingkungan KBA Pinang | Dok. Pribadi
Secara geografis KBA Pinang terletak di Perumahan Pinang Griya Permai RT 3 RW 6, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Propinsi Banten. Di dalamnya terdapat Jl. Seroja, Jl. Melati, Jl. Sakura dan Jl. Semboja yang merupakan jalan lingkungan yang melintasi KBA Pinang di RT 03 RW 06.


Ketika sedang mengambil beberapa foto saya bertemu dengan Pak Ali dan Pak Bambang yang merupakan warga setempat sekaligus pengurus KBA Pinang yang asri ini. Setelah berkenalan dan mengobrol, Alhamdulillah akhirnya Pak Bambang bersedia menemani saya berkeliling dan mengenalkan kepada saya lebih dalam lagi mengenai visi misi dari KBA Pinang.

Sosok Local Hero KBA Pinang, Kota Tangerang

Ketika saya mendatangi KBA Pinang ternyata suasana di RT 03 RW 06 sedang berduka cita atas meninggalnya sosok local hero yang sangat berjasa membawa lingkungan Kelurahan Pinang menjadi nyaman dan berkualitas bagi kehidupan warganya, yakni (Alm) Ibu Neneng Omaryati.
meninggalnya local hero kba pinang
Turut Berduka Cita atas meninggalknya Local Hero KBA Pinang | Dok. Pribadi
Semasa hidupnya (Alm) Ibu Neneng Omaryati merupakan ketua dari Kelompok Kampung Hijau Barokah yang terbentuk sejak tahun 2012. Menjalin kerja sama dengan Kelompok Wanita Tani merupakan langkah strategis beliau untuk memberdayakan ibu-ibu setempat.

Hasilnya kerja sama membuahkan hasil sepertil jahe, temulawak, kunyit yang bisa diolah menjadi minuman bermanfaat bagi kesehatan yaitu minuman jahe pegagan dan temulawak kunyit. Dikemas dengan baik dan dijual melalui koperasi sehingga memiliki nilai ekonomi tinggi.

Sektor perkebunan juga menuai keberhasilan panen seperti kangkung, sawi, terong yang selain bisa memenuhi kebutuhan pangan bergizi sehari-hari. Bisa juga dijual kembali sehingga jadi pemasukan bagi keluarga.
Hasil perkebunan KBA Pinang | Dok. Pribadi


“Kampung yang mandiri dan kuat secara finansial melalui wirausaha”

Selain itu berkat tangan dingin beliau Kampung Hijau Barokah mampu mendapatkan penghargaan diantaranya :
  • Juara I Lomba Kebersihan di Daerah Binaan Dalam Pengelolaan Persampahan Kota Tangerang pada tahun 2013
  • Juara II Lomba Kebersihan Tingkat Madya Kota Tangerang.

Melihat prestasi tersebut dan PT Astra International Tbk melalui program Kampung Berseri Astra memilih kelurahan Pinang RT 03 RW 06 sebagai salah satu KBA yang sekarang dikenal dengan nama KBA Pinang pada tahun 2015.
penghargaan yang diperoleh kba pinang
Penghargaan yang diperoleh KBA Pinang | Dok. Pribadi

penghargaan dari astra
Benchmark Kampung Berseri Astra Pinang | Dok. Pribadi

Mendorong Program Kampung Iklim (Proklim) Pinang

Aksi lokal begitu kentara di KBA Pinang ini, saya lihat warga kampung Pinang sudah cepat tanggap dalam meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim serta upaya pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebagai komponen yang diperlukan dalam pembangunan berkelanjutan.
kebun buah dan obat kba pinang
Kebun yang ada di KBA Pinang | Dok. Pribadi
Seperti yang terlihat bahwa di KBA Pinang sudah memiliki kebun yang dimanfaatkan untuk berbagai jenis tanaman seperti :
  • Kebun bumbu dapur yang sudah ditanami basil, peterseli, rosemary, ketumbar, jahe, kunyi dan cabe rawit.
  • Kebun tanaman obat (Toga) yang sudah ditanami seledri, kelor, pacar cina, sirih dan kayu manis.
  • Kebun tanaman buah dan sayur yang sudah ditanami pepaya, mangga, belimbing dan jambu.

Di kebun juga terdapat sebuah saung bambu yang biasa digunakan oleh warga untuk bersantai sejenak dari rutinitas atau sekedar menghabiskan waktu di sore hari.

“Kampung yang asri sangat cocok untuk tempat hidup yang nyaman”

Hal ini sejalan dengan program Kementerian Pertanian yaitu Kawasan Rumah Pangan Lestari yang memiliki manfaat antara lain :
  • Diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal
  • Peningkatan pendapatan keluarga dan masyarakat
  • Konservasi sumberdaya genetik lokal
  • Ramah lingkungan dan ketahanan dan kemandirian pangan dan gizi keluarga

Untuk masalah pengelolaan sampah KBA pinang juga sudah memiliki manajemen pengelolaan yang cukup bagus dan dikenal dengan nama Bank Sampah Barokah.

Sampah anorganik yang sudah terkumpul dari dari limbah warga pinang nantinya akan dijual kembali dan hasil penjualannya akan menjadi tabungan atau bisa juga dicairkan menjadi uang tunai.
bank sampah kba pinang
Pak Bambang menyetor sampah di bank sampah | Dok. Pribadi
Nasabah dan calon nasabah bisa menyetor sampahnya setiap hari Senin dan Rabu pada pukul 10.00 – 15.00. Lalu alurnya seperti pada gambar diagram di bawah ini.
Diagram alur bank sampah | oleh Dewangga Setiawan
Selain sampah anorganik, KBA Pinang juga mengolah sampah organik menggunakan alat bernama BSO-15 yang merupakan wahana pencerna (digester) sampah sisa makanan dan sisa olahan dapur.
mengolah sampah anorganik kba pinang
Mengolah sampah anorganik KBA Pinang | Dok. Pribadi
BSO-15 mampu menghasilkan pupuk organik cair yang selain bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman di kebun KBA Pinang sendiri, juga bisa mempercepat proses pembusukan di lubang biopori dan proses pembuatan kompos.

“Kampung yang sehat demi menambah produktifitas warganya”

Generasi dini yang terus teredukasi

Pemberdayaan perempuan, itulah yang saya lihat sepanjang mengikuti beberapa kegiatan KBA Pinang ini. Pemberdayaan perempuan yang terdidik berperan serta mencetak generasi selanjutnya yang terdidik juga.
gerobak baca astra
gerobak baca dan cerita dongeng @kba.pinang
Melalui cerita dongeng, bermain edukasi dan membaca merupakan program yang terus dilakukan oleh ibu-ibu KBA Pinang supaya anak-anak tidak lagi keranjingan terhadap gadget. Hadirnya gerobak baca Astra yang berkeliling tiap RT juga diharapkan mampu menanamkan minat baca kepada anak-anak sejak dini.

“Kampung yang cerdas untuk mendukung pertumbuhan generasi berkualitas”

Budaya yang harus dipertahankan hingga anak cucu kita nanti

Tidak terasa hampir seharian saya ditemani oleh Pak Bambang berkeliling melihat lingkungan KBA Pinang beserta kegiatan lainnya. Lalu kami melanjutkan obrolan sambil melepas dahaga di gerai koperasi binaan yang dipimpin oleh Pak Bambang.
kba pinang
Pak Bambang & Saya berfoto selfie sebelum berpamitan pulang
Beliau menuturkan bahwa saat ini sulit bagi Kampung Pinang untuk bisa mempertahankan budaya yang saat ini sudah terbentuk. Sedari tadi berkeliling saya sadar bahwa penggerak KBA Pinang saat ini mayoritas adalah ibu-ibu dan beberapa bapak-bapak pensiunan.

“Women empowerment memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi bagi perempuan dan mendukung pengembangan masyarakat luas”

Perlunya suatu regenerasi yang berkelanjutan dengan cara mengedukasi mulai dari dini supaya manfaatnya bisa terus mengalir dan dirasakan oleh anak cucu kita nanti. Saya sangat kagum dengan visi dan misi yang dimiliki oleh kampung Pinang ini.

Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore yang berarti sudah waktunya saya untuk berpamitan dan mengucap banyak terima kasih kepada Pak Bambang dan seluruh pengurus KBA Pinang telah memberikan saya sebuah pengalaman berharga mengenai lingkungan. Semoga bisa bermanfaat bagi diri saya dan lingkungan dimana saya tinggal.
generasi kba pinang
Generasi penerus KBA Pinang | Dok. Pribadi
Saya berharap setiap daerah atau kampung yang ada di kota lain di Indonesia bisa mencontoh KBA Pinang ini sehingga melahirkan KBA-KBA baru yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Gambar Utama : Dok Pribadi

- Centang kotak Notify me untuk mendapatkan notifikasi komentar.
- Admin tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis.
- Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Click to comment