Pentingnya Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Dunia Kerja

k3 di dunia kerja
Pada hari Selasa, 11 Desember 2018 lalu saya menghadiri sebuah acara di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Acara yang bertajuk Pentingnya Implementasi Budaya Kerja K3 di Lingkungan Kerja ini turut menghadirkan 3 narasumber yang diantaranya :
  1. drg. Kartini Rustandi, M.Kes, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan RI.
  2. Drs. M. Idham, MKKK Direktorat Bina K3, Direktorat Jenderal Binwasnaker dan K3 Kemenaker RI.
  3. Benny Priyatna Kusumah, Head of Group Support Department ESR Division, PT Astra International Tbk.
kemenkes kemenaker dan astra
Narasumber (3 ditengah posisi duduk) | Dok. Pribadi
Berbicara mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tentunya tidak lepas dari kehidupan setiap pekerja yang bekerja di perkantoran, industri, fasilitas kesehatan dan konstruksi.

Adanya K3 yang diterapkan di setiap perusahaan dimaksutkan untuk memberikan perlindungan bagi pekerja sebagai upaya meningkatkan efektifitas keselamatan dan kesehatan pekerja itu sendiri.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan RI menyusun buku Pedoman K3 yang dapat digunakan sebagai acuan dalam membangun budaya K3 dalam lingkungan kerja.

Adapun standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang tercantum dalam buku Pedoman K3 adalah sebagai berikut :
  • Peningkatan pengetahuan kesehatan kerja
  • Pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tempat kerja
  • Penyediaan ruang ASI dan pemberian kesempatan memerah ASI
  • Aktivitas fisik
  • Pemeriksaan kesehatan bagi pekerja
  • Menerapkan ergonomi di tempat kerja

Sekarang kita semua sudah tahu kan ya kalau K3 sudah ada buku pedomannya, jadi bagi pekerja dan perusahaan jangan ada lagi pake alasan "nggak tahu" lho ya...

K3 mampu meningkatkan kualitas hidup manusia

Kenapa dikatakan mampu meningkatkan kualitas hidup manusia? Karena para pekerja itu sejatinya merupakan tulang punggung keluarga, aset perusahaan/ aset negara, penggerak perekonomian bangsa dan pencetak generasi penerus bangsa.
pentingnya k3 bagi pekerja
Lalu bagaimana jika para pekerja tersebut mengalami kecelakaan, sakit hingga menyebabkan meninggal karena K3 tidak diaplikasikan pada pekerjaan tersebut. Hal ini tentunya akan membawa kerugian bagi keluarga dan perusahaan itu sendiri.

Ternyata pekerja kantoran pun juga bisa mengalami penurunan produktivitas akibat tidak menerapkan K3 ini. Seperti yang kita tahu bahwa kerja di kantor lebih banyak duduk di depan komputer/ laptop, kerja di ruangan ber AC, kurangnya aktifitas fisik, stress dan makanan yang cenderung kurang sehat.

Saya sendiri yang sempat bekerja di kantor pun menyadari kebiasaan ini hehe...

Jadi bagaimana cara membiasakan K3 di kantor? Ibu Kartini membeberkan tips yang bisa kita coba nih gaes :

  • Berangkat lebih pagi dan sempatkan olahraga minimal bergerak di area kantor
  • Manfaatkan apapun yang ada di sekitar kantor (kursi, meja, teras dll) untuk menunjang olahraga/ bergerak
  • Kasih jeda saat menatap layar komputer untuk menghindari radiasi yang berlebih
  • Kalau siang cukup makan sayur-sayuran dengan porsi nasi yang sedikit
  • Kalau sore hindari makan gorengan, bisa diganti dengan buah-buahan

Gampang kan? gampang dong!

Kalau semua pekerja sehat, produktivitas pekerjaan pun juga bertambah dan otomatis memberikan keuntungan bagi perusahaan/ instansi dalam jangka panjang.

Yakin masih nggak mau menerapkan K3 di perusahaannya?

Berdasarkan Data Kemenaker RI

jumlah perusahaan di indonesia tahun 2018
Sumber Kemenaker-Direktorat Bina K3
Bapak Drs. M. Idham, MKKK Direktorat Bina K3, Direktorat Jenderal Binwasnaker dan K3 Kemenaker RI menuturkan bahwa jumlah perusahaan di Indonesia jumlahnya sangat besar namun belum bisa diimbangi dengan jumlah pengawas K3 nya masih tergolong sangat kecil. Sehingga menyebabkan jumlah kecelakaan akibat mengabaikan K3 masih sangat besar.
objek pengawasan k3
Sumber Kemenaker-Direktorat Bina K3
Jika melihat diagram di atas bahwa sektor konstruksi bangunan masih tergolong sedikit mengingat jumlah pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat banyak.

Banyaknya perusahaan yang masih belum menerapkan K3 dengan baik juga menjadi penyebab kenapa di sektor konstruksi bangunan masih sering terjadi kecelakaan.

Tentunya sanksi berupa konsekuensi hukum administrasi hingga pidana akan diberikan bagi perusahaan yang nakal tersebut.

Mencontoh dari Perusahaan Asta Insternational Tbk.

Pak Benny selaku Head of Group Support Department ESR Division, PT Astra International Tbk menyampaikan bahwa di Astra yang telah memiliki 2000 lebih pekerja di berbagai sektor lini bisnis sudah menyiapkan sebuah program kesehatan kerja #SayaSudahBergerak dan tools khusus yang terintegrasi dengan sistem untuk menerapkan K3 di lingkungan kerjanya.

Setiap lini bisnis Astra sudah memiliki program K3 yang masing-masing dan hal ini dilakukan dengan cara menganalisis jenis resiko yang selalu dievaluasi setiap tahun. Astra juga memberikan edukasi sehingga pekerja paham arti penting K3 dan mengajak pekerja untuk selalu bergerak sesuai dengan program Kemenkes "Germas" Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Demi menunjang program tersebut Astra dengan menyediakan fasilitas olahraga di lingkungan kerja, selain itu ada juga ruangan khusus utnuk main game. Jadi ketika si pekerja sedang jenuh bisa refresing sebentar di ruangan tersebut. Nah keren kan! Bebas stress.

Jadi gimana nih teman-teman sudah pada tahu kan seberapa pentingnya K3 didalam dunia kerja kita. Yuk mulai sekarang kita budayakan K3 di rumah maupun di tempat kerja demi mewujudkan keluarga yang sejahtera dan mendukung stabilitas ekonomi nasional!

Salam Sehat.