Tulis sesuatu dan tekan enter

author photo
By On
Suka Duka Millennial Revolusi Industri 4.0

Artificial Intelegent (AI), Robot, 3D Printing, Cloud Technology, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), Fish Finder, Machine Learning. Semua hal itu adalah beberapa impact dari Revolusi Industri 4.0

Indonesia dalam Revolusi Industri 4.0

Sejak tahun 2011 Indonesia sudah menunjukan tanda-tanda perkembangan dalam segi konektivitas, interaksi sosial, teknologi mesin dan sumber daya lainnya yang terpusat melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Saya sendiri juga menyadari jika industri 4.0 tidak hanya mempengaruhi aspek industri saja namun juga berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan lainnya. Maka dari itu Indonesia harus siap menyambut revolusi ini dengan mulai melakukan link and match antara pendidikan dan industri.

Revolusi industri 4.0 ini memaksa beberapa bidang pekerjaan yang dulu memakai tenaga manusia harus tereliminasi dan digantikan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti yang terjadi pada industri garmen.

Melihat kondisi tersebut, Indonesia harus bisa melahirkan talent dengan kualitas skill dan kemampuan yang berimbang dengan kebutuhan industri zaman sekarang. Karena jika kita tidak mengikuti perkembangan teknologi yang ada kita akan jauh tertinggal dengan bangsa lain.

Disisi lain revolusi ini juga melahirkan berbagai bidang pekerjaan baru di dunia digital diantaranya seperti call center, content creator, social media strategist, digital marketing, seo specialist dan developer software.

Tantangan dan Peluang Millennials dalam Revolusi Industri 4.0

tantangan dan peluang industri 4.0
ilustrasi via freepik.com
Sebagai generasi millennial yang melek internet kita sudah seharusnya bisa mengambil peluang ini dengan menetapkan ide bisnis dan jangan pernah takut dengan resiko, jika mau survive di era industri 4.0.

Zaman sekarang punya banyak akun sosial media tapi hanya untuk bergalau-galau ria, nggak banget! 

Seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada suatu acara #TerusMenginspirasi beberapa waktu lalu bahwa zaman dulu ketika orang belum banyak yang mengenal internet, pengusaha paling tidak harus memiliki modal yang besar danmemiliki tempat usaha atau pabrik sendiri untuk memproduksi sebuah produk.

Namun sekarang anak-anak muda sudah banyak yang memiliki bisnis tanpa harus memiliki modal besar, tanpa harus memiliki tempat usaha atau pabrik sendiri, bahkan tanpa harus membuat atau memproduksi produkya sendiri. Hebat, bukan!

Airbnb merupakan startup yang memiliki lini bisnis penginapan rumah, apartemen dan hotel akan tetapi mereka tidak memiliki satu pun rumah, apartemen dan hotel yang mereka bangun sendiri untuk menjalankan bisnis mereka.

Mereka saja bisa kenapa kita tidak?

Mulailah bisnis sekecil apapun itu dari sekarang

mulai bisnis sangat mudah industri 4.0
ilustrasi via freepik.com
"Mulailah berbisnis walaupun kecil" itulah kata-kata yang sering saya dengar dari salah satu teman pengusaha yang terus mengompori saya untuk memulai bisnis sendiri.

Dulu ada berbagai macam alasan saya untuk menunda dalam memulai bisnis sendiri seperti :
  1. Terbatasnya modal usaha
  2. Tidak memiliki tempat usaha
  3. Belum punya produk yang dijual
  4. Tidak ada waktu untuk mengurus packing (status masih karyawan)
  5. Tidak mahir fotografi untuk foto produk
  6. Belum handal ngurusi marketing, dan masih banyak lagi alasannya.

Namun semenjak mengenal platform Detalase saya jadi sangat dimudahkan dalam memulai bisnis jualan online. Semua aktifitas berjualan saya didukung penuh hingga saya kehabisan alasan lagi untuk menunda dalam memulai bisnis.
detalase
Detalase
Memulai bisnis nyaris tanpa modal, tanpa perlu memiliki produk fisiknya, tanpa harus mengurusi packing dan menyediakan foto produknya, diservis abis pokoknya...kurang enak gimana coba?

Memahami alur cara menggunakan Detalase

dropshipping detalase
alur kerja via Detalase
Bisnis seperti ini biasa disebut dengan sistem dropshipping dimana posisi kita adalah sebagai dopshiper/ marketer dari produk yang disediakan oleh Detalase yang mencapai jutaan varian mulai dari otomotif, aksesoris, perlengkapan ibu & bayi, produk kecantikan & kesehatan, fashion pria & wanita hingga ke perlengkapan olahraga.

Jadi tugas kita hanya tinggal memasarkan dan menawarkan produk ke calon pembeli di marketplaces, toko online maupun offline. Produk yang dijual mayoritas adalah produk import dari luar negeri (nantinya akan ada juga produk lokal juga), produk terjamin kualitasnya, memiliki quality control terbaik dan transaksi 100% aman.
dropshipping detalase
alur dropshipping detalase via iamdewangga.com

Cukup upload produknya, ambil untungnya!

Mulai dari anak sekolah, anak kuliah, karyawan kantoran atau ibu-ibu rumah tangga pun bisa memulai bisnisnya dari Detalase. Jadi tunggu apalagi? mudah, gratis, tanpa perlu stok! Yuk daftar sekarang juga!

Revolusi Industri 4.0 | Digital or Die

kita harus go digital or die
ilustrasi via freepik.com
Berdasarkan catatan dari Kementerian Koperasi dan UKM di tahun 2018 lalu, saat ini masih banyak sekali pebisnis di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) enggan beralih ke bisnis digital, walaupun sudah mengetahui peluangnya masih sangat luas.

Pada beberapa kesempatan saya pernah mewawancarai beberapa UMKM di dekat tempat tinggal saya di Tangerang Selatan ternyata ada beberapa alasan kenapa UMKM masih setengah hati menerima teknologi digital :

#1. Hasil penjualan offline sudah cukup memuaskan

Di salah satu toko yang sudah cukup lama berdiri, disana saya bertanya kepada pemiliknya "kenapa belum memanfaatkan bisnis digital untuk lebih mendapatkan pasar yang lebih luas?" Buat apa, toh dari penjualan toko secara langsung begini saja masih ramai pembeli" jawab pemilik toko.

Walaupun pengalaman saya masih kalah jauh dibandingkan beliau, melihat perkembangan teknologi sekarang ini, jika kita tidak beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang ada nanti kita akan jauh tertinggal dengan kompetitor. Sedangkan perilaku konsumen juga turut ikut berubah dengan adanya perkembangan teknologi. Mau tidak mau sebagai kita harus.

#2. Minimnya pengetahuan tentang teknologi digital

Beberapa penjual juga mengatakan bahwa mereka sudah memiliki akun Facebook untuk toko dan sudah menggunakan Whatsapp untuk berbagi informasi, video maupun foto produk dengan konsumen. Wah keren! tapi masih belum maksimal apalagi ketika usaha atau bisnis semakin berkembang pesat.

Seandainya pelaku UMKM sadar akan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan informasi, pasti akan sangat menguntungkan karena berguna untuk mengumpulkan data dan mengolahnya demi meningkatkan efisiensi operasional, mempermudah inovasi dalam bisnis, membangun sumber informasi strategis dan bisa menjadi bahan pendukung pengambilan keputusan.

Bagi yang tidak mau berinovasi, berevolusi, berpikir kreatif dan berjuang lebih keras tidak akan mampu bertahan di tengah persaingan global sekarang ini. Maka dari itu sangat diperlukan suatu workshop dan coaching bagi para UMKM supaya bisnisnya siap digital hingga ke tingkat handal digital.
Global Entrepreneur & Talent Incubator
GeTI
Melalui lembaga informal seperti Global Entrepreneur & Talent Incubator atau disingkat GeTI, teman-teman kawula muda bisa meningkatkan kemampuan wisausaha melalui sarana, prasarana dan networking bertaraf internasional.

Pelatihan yang mengedepankan pendekatan aplikatif yang mudah dimengerti dan praktis berdasarkan pengalaman fasilitator sehingga bukan hanya teori semata. Makin melesat nih bisnisnya!

Demi menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) juga menjadi alasan mengapa penting sekali UMKM untuk BISA handal digital demi bersaing untuk kegiatan branding dan promosi serta penetrasi pasar di luar negeri.

Kita sebagai generasi millennial sudah seharusnya bisa menangkap peluang ini dengan sebaik mungkin mengingat Revolusi Industri 4.0 membuka semua informasi, data, wawasan dan peluang baru di segala aspek kehidupan.


Featured image via digitallearning.eletsonline.com

- Centang kotak Notify me untuk mendapatkan notifikasi komentar.
- Admin tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis.
- Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Click to comment