HUT PHRI ke 50 Dedikasi Membangun Pariwisata Tanpa Henti

rakernas phri iv
Dari kiri : Ketum PHRI Haryadi, Menpar Arief, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro | Dok Pribadi
Jakarta, 12 Februari 2019 kemarin merupakan hari bersejarah bagi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Bagaimana tidak, perhimpunan yang telah berdiri sejak tahun 1969 ini tengah melakukan kegiatan RAKERNAS IV sekaligus merayakan HUT PHRI yang ke-50.

Acara yang bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta ini telah berlangsung sejak tanggal 9 Februari 2019 dengan agenda pada hari pertama RAPIMNAS PHRI lalu dilanjutkan dengan acara fun walk dan festival kuliner pada hari berikutnya.

Saya yang berkesempatan hadir pada acara puncak, Senin, 11 Februari 2019, dimana RAKERNAS IV PHRI juga turut menghadirkan Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro sebagai narasumbernya.

Diskusi panel I ini dimoderatori oleh Ketum PHRI Haryadi tersebut membahas isu mengenai "belum maksimalnya tingkat okupansi perhotelan dan restoran".
hut phri 50
PHRI IV | Dok. Pribadi
Pada kesempatan tersebut Bapak Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa untuk di daerah Bali yang merupakan salah satu destinasi wisata kelas dunia saat ini sudah mengalami keterbatasan lahan sehingga sulit untuk dikembangkan.

Alternatifnya adalah dengan cara membuat bandara baru di Bali Utara, maka dari itu perlunya investor strategis supaya tujuan ini bisa segera terwujud.


Sesi Press Conference

press conference phri 2019
Sesi Press Conference | Dok. Pribadi
Kemenpar mengungkapkan ada 4 unsur program unggulan yang saat ini masih menjadi konsen Kemenpar diantaranya :
  1. Visit Wonderfull Indonesia
  2. Calendar of Event Nasional
  3. Destinasi Digital
  4. Peluncuran BookingINA.com
Selain itu ada beberapa isu juga yang yang ditanggapi oleh Kemenpar seperti hal di bawah ini.

Upaya di tengah bencana yang terjadi di daerah wisata 

Diharapkan pemerintah dan stakeholder harus kompak memberikan kepastian kepada wisatawan salah satunya adalah menghimbau kepada pemilik hotel dan restoran setempat untuk untuk bersedia menggratiskan layanannya kepada korban bencana.

Harga tiket pesawat yang terlalu mahal

Harga tiket pesawat yang mahal akan sulit menggenjot wisatawan untuk berlibur ke tempat wisata yang tersebar di Indonesia. Kemenpar berupaya untuk membicarakan hal ini dengan Kemenhub untuk lebih lanjutnya dan menghimbau jika memang mau menaikan tarif jangan terlalu besar dan mendadak.

Target maize 5 tahun kedepan

Targetnya bukan hanya sekedar menambah jumlah wisatawan tapi juga harus bisa meningkatkan ekonomi inklusif sehingga didapatkan devisa yang lebih besar. Promosi harus dilakukan dengan menerapkan strategi yang tepat.

Maize sendiri memerlukan venue yang lebih banyak khususnya yang berkelas internasional guna untuk mendukung program Kemenpar. Contoh menjadi tuan rumah suatu event berskala international.

Indonesia sering kalah dalam bidding karena belum teroganisir atau sendiri berbeda dengan negara lain yang maju secara interpreted. Maka dari itu nantinya Indonesia kedepannya harus mau kompak dan maju bersama-sama demi memenangkan bidding tersebut.

Mengenai SDM Pariwisata

Kurikulum pendidikan sudah memiliki standar internasional dan nantinya akan ada sertifikasi juga yang berstandar ASEAN, selain itu center of excellence di setiap perguruan tinggi yang berada dibawah naungan Kemenpar akan memiliki keahlian dibidang tertentu seperti kuliner, bartender, berista dll.


Akhir Kata...

Itulah field report yang bisa saya sajikan buat teman-teman pembaca semoga kedepannya industri pariwisata yang tengah berkembang di Indonesia ini bisa dimaksimalkan oleh pengusaha hotel dan restoran di seluruh daerah di Indonesia.

Sekian dan Foto Bonus :)
miss tourism international dan putri pariwisata 2018
Saya diapit oleh dua wanita cantik sore itu Miss Tourism International, Astari Indah Vernideani dan Putri Pariwisata Indonesia 2018, Gabriella Patricia